Punya mama











Hmmm, siang kemarin nemu ketela di Pakde (tukang sayur langganan)… jarang-jarang ada kayak beginian di sini…:-) “Ini tella manis mbak… kalau disimpan malah bisa lebih manis lagi…”promosi pakde menawarkan barang dagangannya. “sing setunggal niki sampun dipesen kalian tiyang mriku.. nah tinggal sing niku mawon (yang ini sudah dipesan orang, tinggal yang itu saja..red)” lanjut si Pakde lagi, ketika aku melihat-lihat dua kantong plastik hitam berisi ketela alias ubi rambat yang tergantung di ganggang sepedanya. “yo, wis pak… niki pinten?” (ya, sudah pak…ini berapa?) tanyaku, “Niku gangsal welas mawon…”jawabnya… waduh, sial nih…sok belagak bisa ngomong jawa, dan sekarang dijawab pake bahasa jawa, aku jadi bingung sendiri…gangsal welas tuh berapa ya…” pikirku dalam hati. melihat aku yang terbengong-bengong sendiri, eh… si pakde malah nyerocos terus dengan bahasa jawa halusnya…mati aku! pikirku, yang kutangkap cuma bahwa harga yang ditawarkan itu murah, itu harga modalnya aja.

maklum perbendaharaan bahasa jawaku terbatas, secara cuma numpang lahir doank di pulau Jawa, tapi besar dimana-mana..:-) setelah melewati beberapa menit permenungan yang “cukup” menguras “energi” akhirnya aku yakin kalau harga yang ditawarkan itu Rp. 15.000,00. ya sudahlah tanpa menawar lagi langsung kubayar…soalnya kalau pake nawar, ntar pake bahasa jawa lagi bisa mampus aku..hehehehe

rencana awal, ini ketela mau dikukus aja. kan udah manis… pasti enak. karena hanya untuk ngetes rasa, aku mengukus 4 ketela, sisanya masih ada 1 kantung keresek…masih bisalah buat-besok-besok lagi…pikirku. setelah matang dan dicoba, ternayata emang manis…tapi memang tak semanis ubi cilembu lah…ya, iyalah…ketela Papua gitu…:-)

tapi tampaknya si Chiara dan papanya kok gak antusias makan ketela kukus tadi, akhirnya putar otak lagi nih… trus ingat resep donat kentang dari mama, buka-buka…trus kepikiran, ini ketela hampir sama lah dengan kentang, sama-sama umbi juga. kalau Kentang bisa dibikin donat, ketela pastinya juga bisa donk… dan namanya juga bisa lebih keren.. DONAT”TELA”… mirip-mirip nama merk sepatu terkenal itu… Donatello ya…(pernah masuk ke counternya yang di Depok sekali…busyet! mahal bo’):-)

nah, akhirnya dengan sedikit modifikasi di sana-sini, jadi juga Donat”tela” ku. dan tester ku yang paling lihai soal makanan pun datang.. siapa lagi kalau bukan..jreng..jreng… Chiara!!! begitu donatnya matang, langsung 4 donat habis dalam waktu kurang dari setengah jam…:-) jadi, jangan ragu lagi… kalau Chiara udah doyan kayak begitu…berarti… yummy!!!! asli enak banget… malah kupikir lebih enak ini dari donat kentang…serius…! Cobain deh…

ini dia resepnya :

BAHAN :

  • 250 gr Ketela alias Ubi rambat (dikukus, lalu dihaluskan)
  • 10 sdm Gula pasir
  • 100 gr margarin
  • 2 kuning telur
  • 4 sdm susu bubuk
  • 1 sdt garam
  • 500 gr tepung terigu protein sedang
  • 250 ml air hangat
  • 1 bks fermipan

Cara Membuat :

  • gula, telur, garam aduk rata tambahkan air hangat, aduk sampai gula larut
  • masukkan fermipan, aduk terus, lalu masukkan ketela yang sudah dihaluskan, tambahkan tepung, susu, dan margarin.
  • uleni, hingga adonan tercampur rata dan tidak lengket (kalis)
  • diamkan selama kurang lebih 2 jam ditutup dengankain/serbet
  • jika adonan sudah mengembang, ambil adonan sedikit demi sedikit dan bentuk menjadi bentuk donat seperti yang diinginkan, lalu diamkan kembali, agar donat menembang kembali.
  • setelah itu, goreng dalam minyak panas, setelah kecokelatan angkat dan dinginkan
  • lalu hiasi sesuai selera, bisa digulingkan ke dalam gula halus, diberi keju, atau coklat… terserah anda…

selamat mencoba…!



et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.