Punya mama











{April 2, 2008}   Arti Namaku (Revo)

my-first-smile.jpg

I. At The First Time…

Halo sayang…
Kahadiranmu sungguh sanggat kami nantikan. Apalagi kakakmu Benedicta Chiara Dorothea alias Chiara yang baru saja merayakan ultahnya yang ke-2. tanggal 5 Desember 2006 yang lalu. Dengan suaranya yang nyaring dan masih sedikit cadel, kak Chiara sudah seringkali menyapa dan memanggilmu “Adek!” sambil mengelus, mencium bahkan tak jarang pula memeluk perut mama, tempatmu meringkuk dengan nyaman selama 9 bulan ini. Oh, iya kak Chiara bahkan punya nama panggilan untukmu, ketika ditanya adiknya bernama siapa, dia menjawab dengan lantang : “Adek Pius…” Lucunya lagi, sekarang kak Chiara punya kebiasaan baru yaitu suka sekali mandi pagi bersama mama. Kalau sudah begitu, setiap kali memegang shower, ia akan selalu menyemprotkannya ke perut mama sambil berkata : “Adek juga ikut mandi ya…?”

Boleh dibilang selama mengandungmu dalam rahim ini, tidak terlalu merepotkan. Morning sickness yang lazimnya dialami para wanita hamil, hampir tak pernah mama rasakan, mual dan muntah bisa dihitung dengan jari, seingat mama sih cuma 2 kali. Berbeda dengan kakakmu Chiara yang ngidamnya Bakmi ayam depan Bioskop Megaria Cikini, kali ini ngidammu agak international taste gitu…. Yaitu Bakmi Italy alias Spagheti dan Pizza…hmm, yummy!

Di triwulan pertama sampai kedua kehamilan, “mood” mama jadi jelek banget, suka marah-marah tanpa sebab dan cepat naik darah alias ambekan. Menginjak triwulan ketiga (7 bulan), lumayan udah lebih sabar dan happy, Cuma nafsu makan jadi gede banget… rasanya nggak pernah kenyang nih perut! Laper melulu…apa aja doyan, tapi bukan sembarang makan lho… doyannya makan makanan enak!! Repotnya, ukuran enak itu Cuma mama yang tahu… (papa aja sempat agak kesal kalau sudah mama kelaperan, tapi nggak tahu mau makan apa)… hehehe…

Cuma yang agak menyedihkan, sejak tanggal 11 Desember 2006, papa sudah tidak tinggal bersama kita lagi, karena tugas papa di freeport yang mengharuskannya kembali ke Papua… sedih juga sih, yah…mau bagaimana lagi… tapi semoga kita cepat berkumpul lagi, ya… kita berdoa saja… tapi jangan khawatir, di rumah masih ramai kok, selain ada mama dan kak Chiara, juga masih ada om Resta dan om Rio yang bersama kita.

Selama ini, mama selalu memeriksakan kehamilan di RS Hermina Depok, dengan pertimbangan selain fasilitasnya lengkap, letaknya juga cukup dekat dari Rumah, jadi kalau tiba saat persalinan, nggak terlalu repot. Semula mama periksa ke Dr. Muthia, mama pikir karena pasiennya banyak pasti dia dokter yang bagus donk…setelah 2 kali perksa ke Dr. Muthia, mama merasa kurang sreg dengan pelayanan dokter itu, selain karena ngantrinya lama berhubung pasiennya banyak, serasa nggak “worthed” dengan lama konsultasinya yang tak sampai 5 menit karena dokternya nggak komunikatif dan cenderung tak peduli. Akhirnya atas rekomendasi Tante Retno (tetangga depan rumah), mama pindah konsul ke Dr. FXA. Bhimantoro yang mama akui lebih ramah dan perhatian serta suka memberikan penjelasan yang berarti.

Ketika usiamu 18 minggu dalam kandungan, melalui USG, Dr. Bhima menyatakan kalau jenis kelaminmu laki-laki… wah, papa dan mama senang sekali! Sebelum ini pun kakakmu Chiara kalau ditanya mau adik cewek atau cowok, dia selalu bilang adik Cowok!, mungkin keinginannya didengar Tuhan ya? Pada dasarnya sih, mama nggak terlalu mempersoalkan apa jenis kelaminmu, yang pentng bisa lahir dengan sehat dan selamatserta tumbuh menjadi anak yang sehat pula. Kalau papa, kayaknya memang pingin punya anak cowok, biar lengkap punya sepasang cewek dan cowok, gitu…

Selama hamil, mama tetap bekerja seperti biasa, pulang kantor dijemput papa ber’motorcycle’ ria. Mama udah tanya ke Dr. Bhima soal yang satu ini, katanya sih nggak masalah asalkan nggak terkena goncangan yang fatal… alhasil, setiap kali akan melintasi Poldur alias Polisi tidur, apalagi yang tidurnya sekeluarga…papa selalu teriak : “angkat pantat!!”. Mama lebih suka dibonceng papa naik motor, karena kalau naik Kopaja 63, macetnya itu lho… nggak tahan! Tapi sejak papa kembali ke papua, kembali pula mama ke habitus lama bermacet ria bersama Kopaja 63…hehehe..

Oh, iya… saat usia kehamilan berumur sekitar 34 minggu, lewat usg ketahuan kalau letakmu sungsang alias kepala di atas dan bokong di bawah… wah, sempat khawatir juga! Dr. Bhima menyarankan agar mama ikut senam hamil biar diajarin posisi “nungging” untuk membuat posisimu kembali normal… alhasil setelah 2 minggu kemudian dengan 2 kali ikut senam plus setiap pagi dan sore praktek “nungging” di rumah…akhirnya posisimu pun kembali normal yaitu kepala udah di bawah…tetapi, saat minggu terakhir, yakni saat periksa terakhir ke Dr. Bhima, ternyata dari hasil pemeriksaan, kamu muter lagi ke atas ya, sayang? alhasil karena saat itu air ketuban nya juga tinggal setengah, ditambah ada mekonium di ususmu, terpaksa deh kamu lahir lewat operasi cesar.

II. It’s not just a Name

Seperti halnya untuk kakakkmu Chiara, mempersiapkan nama buatmu, bukan perkara mudah. Pasalnya mama dan papa ingin namamu, selain menjadi bagian dari identitasmu, juga mengandung arti dan makna yang baik. Nama itu adalah doa yang menjadi sebuah harapan kami buatmu.

Mengingat nama ini akan terus melekat dan dipakai sepanjang perjalanan hidupmu, maka mempersiapkannya pun tidak bisa main-main. Mulai dari membaca buku-buku tentang nama-nama bayi, sampai browsing internet telah kami lakoni demi mendapatkan seuntai nama yang tak hanya indah tetapi juga bermakna buatmu. Setelah melalui riset yang memakan waktu kurang lebih sebulan, kami pun sepakat menghadiahkan seuntai nama ini buatmu :

VINCENTIUS XAVIANREVO NAYOTTAMA

ARTI NAMAMU:

VINCENTIUS
Secara harafiah, nama Vincentius berasal dari bahasa Latin, yang berarti : Sang Penakluk. Dalam sebuah buku berjudul : ……….. Vincentius bermakna : kekuatan melalui iman. Hal ini dicerminkan dalam sebuah ayat Kitab Suci, yaitu Matius 9 :29.
Nama ini juga yang akan menjadi nama babtismu. Diambil dari nama Santo Vincentius Ferreri, yang penggalan kisahnya adalah sebagai berikut:

Santo Vincentius Ferreri, Pengaku Iman

gbr7.jpg

Dirayakan setiap tanggal 5 April
Santo Vincentius Ferreri dikenal sebagai pembuat mujizat, wartawan hari kiamat dan pentobat orang-orang berdosa. Ia lahir pada tanggal 23 Januari 1350 di Valensia, Spanyol. Ferreri adalah seorang anak yang dikaruniai rahmat istimewa. Pada usia 14 tahun, ia telah menyelesaikan pendidikan awalnya dalam bidang filsafat di Valensia. Pada usia 17 tahun, Ferreri diterima dalam ordo Dominikan dan dikirim ke Barcelona, Spanyol pada tahun berikutnya. Setelah beberapa lama ia mengajar filsafat di Lerdia., Spanyol, ia kembali ke Barcelona pada tahun 1373.

Setelah lama belajar di Toulouse, Prancis, kepribadian dan cara hidup Ferreri menarik hati Kardinal Pedro de Luna (yang kemudian menjadi Paus Benediktus XIII pada tahun 1394-1423 di Avignon) ketika terjadi skisma besar di kalangan Gereja Barat. Pada tahun 1379, Luna mengangkat Ferreri sebagai pembantunya untuk menangani persoalan kepausan di Avignon. Ketika Kardinal Luna dipilih menjadi paus, Ferreri menjadi penasehat dan bapa pengakuan pribadi paus di Avignon. Ia menolak penunjukan atas dirinya menjadi seorang kardinal dan pemimpin beberapa kantor Gereja karena ia lebih suka berkarya sebagai seorang misionaris di antara umat. Kira-kira pada tahun 1398, ia diserang demam yang membahayakan. Ketika itu, ia mengalami penampakan Yesus bersama Santo Dominikus dan Fransiskus Asisi. Dalam penglihatan itu, Yesus memerintahkan dia untuk mewartakan Injil di antara bangsa-bangsa. Setelah penampakan ini, Ferreri sendiri kembali dan bersiap diri melaksanakan perintah Yesus.

Selama 20 tahun, Ferreri mengelilingi Spanyol, Italia, Jerman dan Switzerland untuk mewartakan Injil bagi pertobatan orang-orang berdosa. Khotbahnya salalu dilaksanakan di luar gereja karena ruangan katedral tidak bisa menampung jumlah umat yang hadir. Ia berhasil membawa kembali orang-orang berdosa ke jalan yang benar di setiap negara yang dikunjunginya. Tuhan menganugerahkan kepadanya kemampuan berbahasa sehingga khotbahnya dapat dimengerti oleh para pendengarnya yang berbahasa lain, bahkan oleh para petani sederhana sekalipun.

Sekali peristiwa, dalam khotbahnya ia meramalkan bahwa Bernardinus dari Siena, seorang hadirin yang turut mendengar khotbahnya ketika itu, kelak akan dihormati Gereja sebagai seorang santo. Juga kepada Alphonso Borja, Ferreri mengatakan bahwa ia akan menggelarkan Santo kepada Ferreri ketika ia menjabat sebagai Paus. Ramalan-ramalan ini kemudian terpenuhi setelah Ferreri meninggal.

Proses penyelidikan terhadap Ferreri dilakukan. Setelah 873 mujizat diperiksa dan dinyatakan benar, maka panitia penyelidik menghentikan pekerjaannya. Mujizat terbesar ialah cara hidupnya yang keras penuh dengan doa, matiraga dan tapa, tetapi tetap bersemangat dalam melakmnakan tugasnya sebagai pewarta. Vincentius Ferreri meninggal dunia di Vannes, Inggris, pada tanggal 5 April 1419.

(disadur sesuai aslinya dari buku: ‘Orang Kudus sepanjang Tahun’, oleh: Mgr. Nicolaas Martinus Schneiders, CICM, disunting oleh: Drs. Michael Benyamin Mali, Penerbit OBOR, cetakan ke-VII, bulan Mei 2004. Gambar dari website: www.indocell.net/yesaya/id12.htm)
[Direktori Katolik Indonesia] – http://dikai.org

Papa mama berharap agar dengan menggunakan nama babtis Santo Vincentius sebagai Santo Pelindungmu, dirimu bisa belajar banyak dari pengalaman kudusnya, dan membuat hidupmu menjadi lebih hidup dan berarti tak hanya bagi dirimu tetapi juga bagi orang-orang di sekitarmu, AMIN.

XAVIANREVO
Xavian, berasal dari bahasa Arab, yang artinya : Cerdas. Nama inipun bermakna : Allah bijaksana, sebagaimana tersirat dalam Amsal 2: 10-11. Sedangkan Revo, merupakan nama panggilan pilihan mama yang diambil dari kata Revolusi, yang berarti : Perubahan (karena di saat-saat kelahiranmu, hidup kita sekeluarga sedang mengalami perubahan, semoga dengan kehadiranmu… perubahan yang ada merupakan perubahan yang dikehendaki Allah sehingga dapat membawa kita ke arah yang lebih baik)

NAYOTTAMA
Nayottama… Nama ini mama temukan dalam sebuah buku tentang nama-nama bayi. Berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya : kebijaksanaan yang utama (Bahasa Sansekerta dipilih, karena kata papa muatan lokal alias local contain namamu kok gak ada… nah, demi mengakomodir keinginan adanya Local contain tersebut, maka nama ini dipilihkan untukmu… )

Dengan menyatukan penggalan tiga nama tersebut, papa dan mama berharap akan menjadikan seuntai nama indah buatmu yang bermakna :

Laki-laki cerdas
Dan memiliki kekuatan iman
untuk membuat perubahan yang bijaksana

AMIN, semoga Tuhan merestui dan memberkati.

Advertisement


Sara says:

Bu… salut Bu…. berapa tahun ngerjain proyek beginian? Salut… saluttt… kayaknya nyaingin Seinfeld deh detilnya… aluusss banget :-)



Ainun says:

Amin…. Arti namanya baaaagus bangets, chiara juga! doain gw biar cepet dapet “baby” juga ya bu!



tony says:

arti namanya keren2…….
bisa jadi sambilan tuk mba’ Ris, jadi konsultan nama bayi hehehe……
bisa nich besok klu tony junior nongol konsultasi masalah nama **tapi kapan ya…????** he..he..he…



anie says:

bagus banget ceritanya…
btw nama anak kita hampir mirip ya…
nama anak ku VINCENTIUS XAVIER HARYATHAMA

Vincentius = kekuatan melalui iman,
xavier = pintar, cemerlang
haryathama = nama keluarga ( hary = nama suamiku hery, diplesetin dikit hehe tham = marga suamiku juga )



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.